Work Breakdown Structure (WBS) pada Pengembangan Aplikasi Pendaftaran Pasien Klinik Secara Online

Memahami Work Breakdown Structure (WBS) dan lingkup pekerjaan adalah langkah pertama dalam menyusun rencana proyek. Pembahasan yang akan saya lakukan, saya khususkan pada proyek Penulisan Ilmiah, lebih khusus lagi proyek Pengembangan Aplikasi Pendaftaran pasien klinik secara online.
Dalam manajemen proyek, kita mengenal istilah Work Breakdown Structure (WBS). WBS adalah diagram pohon yang dipakai sebagai alat bantu untuk memecah pekerjaan besar menjadi sub-sub pekerjaan yang lebih kecil. Dalam Work Breakdown Structure dikenal  istilah WBS level 1, level 2, level 3, dst. Semakin dalam level WBS, semakin detail rincian pekerjaannya.
WBS system diciptakan untuk mempermudah proses penyusunan rencana proyek. Setiap detail pekerjaan dibuatkan planingnya masing-masing, kemudian detail planing tersebut dikonsolidasi menjadi planing untuk keseluruhan proyek. Jadi penyusunan rencana proyek pada umumnya dilakukan secara bottom up, dimulai dari yang detail (bottom) kemudian digabungkan menjadi overall project planing.
Dalam Proyek Pengembangan Aplikasi Pendaftaran pasien klinik secara online. dibagi menjadi beberapa tampilan pengguna, yaitu tampilan halaman untuk pengguna (user) dan Administrator.
Berikut adalah contoh Work Breakdown Structure untuk sebuah proyek
Pengembangan Aplikasi Pendaftaran pasien klinik secara online  :


Gambar Work Breakdown Structure (WBS)


Ada beberapa macam bentuk dasar dari WBS yang digunakan dalam proyek tersebut, yaitu :
1. Linear
Linear merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut. Struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya dan tidak diperbolehkan adanya percabangan. Tampilan yang dapat ditampilkan adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya.

2. Hirarki
Struktur hirarki merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu. Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai Master Page atau halaman utama. Halaman utama ini akan mempunyai halaman percabangan yang dikatakan Slave Page atau halaman pendukung. Jika salah satu halaman pendukung diaktifkan, maka tampilan tersebut akan bernama Master Page, halaman utama kedua. Pada struktur penjejakan ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linear.
3. Non Linear
Pada struktur non linear diperkenankan membuat penjejakan bercabang. Percabangan ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki. Pada navigasi non linear walaupun terdapat percabangan tetapi tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama tidak ada pada master page dan slave page.
4. Campuran (Composite)
Struktur penjejakan campuran merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya, dan pada proyek ini menggunakan bentuk Campuran pada setiap masing-masing halaman pengguna.
Dengan adanya WBS dapat menggambarkan secara garis besar isi dari seluruh aplikasi dan menggambarkan bagaimana hubungan dari aplikasi secara menyeluruh. 


Literatur  :  http://internetmarketing.bregasnatural.com/
   http://ayunajolie.blogspot.com/.....................

2 komentar:

REKSI PARMANDA, S.T mengatakan...

good luck

Unknown mengatakan...

thank

Posting Komentar